Aku yang nampak, yang berada tepat didekat juga disamping tempat setiap kau duduk, kursi itulah yang selalu membuat kita merasa lebih dekat dengan cara berdampingan, kita adalah 2 insan yang sedang berjuang ditengah2 cerita kasus yang harus dipecahkan, begitu didalamnya bersama partner-partner yang ikut serta didalamnya, kamu? Iya kamu, cukup cerdas aku fikir, aku? Aku hanyalah si pengingat yang mudah lupa, tapi aku si pengingat umat yang sedang lupa, lalu dia? Dia yang kau anggap hebat, begitu asik kau ajak bercengkarama dan saling menuai kata tanpa memperdulikan aku ditengahnya, aku bagai tembok penengah tak berarti diantara mereka, kenyamanan itu pun memudar, aku yang tak berdaya dan tak berguna bisa apa? Bagaikan tembok keras sebagai penghalang untuk menyampaikan sebuah pesan.
Aku bisa, aku bisa menjawab dan mengutarakan pendapat, aku selalu berusaha untuk menyampaikan yang terbaik, namun apa? Hanya suara gelitikan tawa dan cemoohan yang terlontar, semua berfikir aku tidak berguna. Aku bagai kertas kosong yang tak ada tulisannya.
Namun roda memang berputar ketika rasa cemoohan itu terngiang, kebenaran yang ku ciptakan benar-benar membuat mereka ter enga-engah, ku fikir tak bisakah sedikit saja kau dengar aku? Tak bisakah kau sedikit melirikku? Tak bisakah kau menghadirkan aku bahwa aku hadir disamping dan berada ditengah-tengah pembicaraanmu? Mungkin aku bukanlah jawaban yang tepat atas semua pertanyaanmu
Untukmu... maafkan ketidakberdayaan ini ,karna aku hanyalah insan yang tak berarti.
Desri's Blog
Sabtu, 28 Mei 2016
Jumat, 27 Mei 2016
Ke-khawatiranku mengganggumu
Saat ke khawatiran ini mengganggumu.... fyuuuuuh *helaan nafas yang dalam* wohoooo perasaan apakah ini? Begitu sesak rasanya, terasa terhimpit diruang sempit yg kosong dan hening, pelosok amat terpelosok jauh rasanya raga ini jatuh, ketika kepedulian ini muncul tidak pada waktunya, ketika khawatir ini tidak pada tempatnya, apakah salah dengan apa yang dirasakan saat ini? Apakah tidak boleh aku se agresif ini ketika merasakan ketakutan yang mendalam? Bodoh memang jika rasa ini muncul tanpa sebab yang pasti, tanpa alasan yang benar-benar bisa dijadikan alasan. Penyesalan? Ya, penyesalan datang ketika rasa itu telah terungkap dalam sepatah dua patah kata , se-paraghraf cerita yang telah diceritakan, namun. Lega sudah beban yang ada di benak ini, terangkat sudah beban yang kian semakin memberatkan dan menyesakan, kini terbiasalah sudah perasaan yang membuat kacau hanya dalam hitungan menit, bebaslah sudah raga ini seakan akan tidak peduli lagi dengan ke khawatiran yang tercipta....
Rabu, 27 November 2013
Para Pahlawan Bangsaku
Apakabar para pejuang hidup ? apakabar para pahlawan ku?...
Sosok yang gagah berani , membawa peralatan senjata, memakai pakaian rapih dan berwibawa jiwa kesatria dan kepahlawanan yang dengan senang hati jujur membela Negara,,, Negara ku ialah INDONESIA...Yang tak kenal lelah berlatih fisik demi melatih pertahanan diri, pertahanan kandang , juga pertahanan Negara. Hinggaaaa pada saat nya saat tanggal 17 AGUSTUS 1945..
Para Pejuang yang telah berhasil mendirikan Negara , Me MEMERDEKAKAN NEGARA INDONESIA ..oh sungguh besar pengorbananmu yang tak mudah dan tak sebentar...
Pengorbanan mu tak sedikit, nyawa kau korbankan demi membela Negara INDONESIAKU
kau taruhkan seluruh jiwa raga mu untuk pergi melawan para penjajah ....
bahkan kau pun rela tubuhmu cacat demi membela Negara ...Sungguh luar biasa Pengorbanan Para Pejuang Pahlawanku ....Akan selalu aku ingat dan aku kenang seumur hidup ....
Para Pahlawan... engkau adalah Sosok idola yang sangat di banggakan oleh Bangsa Indonesia
Terimakasih telah membuat Bangsa Indonesia Maju dan Berkembang juga Merdeka....
Tuhannn.. sampaikan salamku pada Para Pejuang Pahlawan INDONESIA bahwa terkadang terlintas sebuah pikiran dalam otaku ,aku ingin bisa menjadi seperti sosoknya walaupun aku sadar itu takan pernah terjadi..
Nasib Para Pejuang Indonesia
"Kacang
lupa pada Kulitnya" begitulah istilah persamaan pada Rakyat Indonesia
yang telah lupa bahkan tidak peduli lagi terhadap Para Pejuang yang
masih hidup.. Nasib Para Pejuang yang kini sudah lanjut usia telah
Pensiun dan beralih pekerjaan. Ada yang menjadi Tukang Becak, Tukang
bersih-bersih jalanan bahkan pensiun tidak di gaji. bagaimana mereka
bisa mendapatkan Hak-hak mereka?... Apakah tidak ada keadilan untuk
mereka? kita sebagai bangsa indonesia seharusnya malu , kita hidup di
negara yang sudah merdeka tanpa harus bersusah payah pergi perang
melawan para penjajah..
kemana
sikap kepedulian kita terhadap mereka? sehingga mereka saat ini
terlantar di luar sana bersama kehidupannya yang kita tidak ketahui
bagaimana sekarang kehidupannya....Indonesiaku mari tengok sejenak Para Pahlawan Indonesia , Pahlawan yang membuat kita merasa nyaman tanpa harus berebut tempat, berebut kekuasaan , berebut Negara...
Ubahlah Nasib Para Pejuang kita menjadi lebih baik dan bisa dihargai oleh rakyatnyaa....
Langganan:
Postingan (Atom)